General Tips

Proses Alih Status ITAS ke ITAP (Sponsor Istri/Suami)

August 13, 2020
contoh surat KITAP

Beberapa hari yang lalu, artikel tentang KITAS dapat traffic lumayan banyak dan saya menerima beberapa pertanyaan via IG. Di antara orang yang bertanya soal KITAS, ada satu yang bertanya soal alih status ITAS ke ITAP, dan ooppsssiieee … jadi ingat kalau saya belum update tentang itu di blog ini hehe. Saya mau buat tulisan singkat tentang timeline, biaya dan dokumen-dokumen yang diperlukan untuk alih status ITAS ke ITAP.

Proses alih status ITAS ke ITAP saya lakukan di Imigrasi Jakarta Timur, sesuai dengan domisili. Oleh karena itu info dan surat-surat alih status ITAS ke ITAP yang saya jelaskan/lampirkan di sini perlu disesuaikan berdasarkan domisili kalian (sponsor orang asing) masing-masing. Seperti kebanyakan proses urus-urus dokumen, terlihat ribet, tapi it’s managable. Tarik napas panjang dan kerjakan satu persatu. 🙂

Timeline:

19 Maret 2020: Submit semua dokumen yang diperlukan ke kantor Imigrasi. Setelah submit semua dokumen—daftar dokumen yang diperlukan ada di bawah, akan diberikan Bukti Pengantar Pembayaran. Pada Bukti Pengantar Pembayaran terdapat tanggal kadaluarsa yaitu 1 bulan setelah tanggal submit, jangan lupa untuk melakukan pembayaran sebelum tanggal kadaluarsa.

19 Maret 2020: Survei tempat tinggal oleh pihak Imigrasi. Ketika submit dokumen, disampaikan bahwa akan ada survei dalam beberapa hari kedepan, tapi mungkin karena waktu itu sedang masa akan penerapan PSBB, survei dilakukan di hari yang sama. Pada saat survei, ada 3 petugas imigrasi yang datang. Mereka melakukan wawancara dan mengambil beberapa foto.

Pertengahan April 2020: Pembayaran sebaiknya dilakukan 2 minggu setelah submit dokumen (saya diinfokan oleh petugas imigrasi ketika submit dokumen di kantor Imigrasi). Saya melakukan pembayaran pertengahan April melalui KlikBCA. Pada Bukti Pengantar Pembayaran terdapat Kode Billing yang harus diinput ketika melakukan pembayaran. Caranya: Pilih pembayaran, pilih pajak, pilih penerimaan negara dan masukan kode billing. Jangan lupa untuk screenshot bukti pembayaran sebagai dokumentasi.

Pertengahan Juni 2020: Normalnya proses dokumen alih status ITAS ke ITAP memakan waktu 1 bulan dari tanggal submit dokumen, tapi karena covid-19, proses jadi lebih lama. Saya akhirnya menanyakan statusnya kembali via whatsapp (oh ya, nomor whastapp setiap kantor imigrasi beda-beda jadi bisa check di Twitter atau coba telepon ke kantor imigrasi) pada pertengahan Juni dan diinformasikan bahwa dokumen sudah selesai dan siap diambil. Sebelumnya saya hanya check via website saja dan selalu tertera “dalam proses”. Waktu itu saya check di sini: https://izintinggal-online.imigrasi.go.id/Manajemen_Layanan/manajemenLayanan.xhtml, tapi entah kenapa sekarang tidak bisa diakses (mungkin mereka ganti alamat URL).

Biaya:

Jenis Permohonan: Alih Status ITAS ke ITAP Penyatuan Keluarga.

Biaya:

  • ITAP berlaku 5 tahun (Rp5,000,000)
  • Izin masuk kembali berlaku 2 tahun (Rp1,750,000). Jangan lupa untuk urus izin masuk lagi ketika sudah habis masa berlakunya.

Total: Rp6,750,000

Dokumen yang diperlukan:

  1. Fotocopy KTP Penjamin (Keluaran Jakarta Timur)
  2. Fotocopy KK Penjamin (Keluaran Jakarta Timur)
  3. Fotocopy Buku Nikah/Akta Nikah
  4. Surat Domisili dari Kelurahan. Surat Domisili menyatakan bahwa orang asing tinggal bersama penjamin di alamat yang sama yaitu Jakarta Timur. Ini harus diurus dari RT dulu (ada surat pengantar RT).
  5. Surat Permohonan Alih Status ITAS ke ITAP. Dibuat dan ditandatangani oleh suami/istri wni
  6. Surat Pernyataan Integrasi. Dibuat dan ditandatangani oleh wna
  7. Surat Pernyataan dan Jaminan. Dibuat dan ditandatangani (dengan materai) oleh suami/istri wni
  8. Mengisi formulir PERDIM 24 & 25—formulir ini didapatkan dari kantor Imigrasi
  9. Fotocopy paspor wna, visa (ITAS)

Contoh untuk surat nomor 5, 6 dan 7, kalian bisa akses di sini. Silakan sesuaikan di bagian-bagian yang diperlukan (saya highlight kuning).

Selama proses pengurusan alih status ITAS ke ITAP, semua berjalan lancar dan cukup mudah. Hanya proses pengurusan dokumen jadi lebih lama karena covid-19, ITAP jadi lebih dari 30 hari. But it was ok 🙂

Semoga tulisan ini berguna dan I wish you all the best for the ITAP application process!

You Might Also Like

14 Comments

  • Reply Atik October 26, 2020 at 4:41 am

    Salam kenal kak,
    Terimakasih artikel nya sangat membantu,
    suami sy mau alih status dari KITAS ke KITAP,
    kak sy mau tanya apa perlu melampirkan saldo rekening sponsor juga? Minimun berapa ya saldonya?
    Teeimakasih sebelumnya…

    • Reply firsta October 27, 2020 at 2:00 am

      Hai Atik,
      Saya tidak melampirkan rekening koran (bukti saldo rekening) pada saat alih status Itas ke Itap. Persyaratan dan lainnya soal alih status Itas ke Itap bisa dibaca di sini ya. Good luck!

      • Reply Atik October 31, 2020 at 4:23 pm

        Terimakasih byk kak, informasinya sangat2 membantu good luck ya kak!

      • Reply Atik October 31, 2020 at 4:29 pm

        Terimakasih byk kak, informasinya sangat2 membantu, oh iya kak utk pembayaran yang 1.750.000 ini untuk ijin masuk maksudnya multipel entri/ ijin keluar masuk ya kak? Utk 2 thn kemudian nt sambung lagi ya, ga sekali 5 thn jg ya kak?, terimakasih sebelumnya…

        • Reply firsta November 2, 2020 at 1:50 am

          Hi, iya Multiple Exit Re-Entry Permit (MERP). Setelah dua tahun diperpanjang. Saya juga gak ngerti kenapa Imigrasi tidak buat langsung 5 tahun saja 🙂

  • Reply Siskaanjani October 28, 2020 at 5:14 pm

    Kl aq mau tnya donk…. Kl sdah bkin itab kan hrs bkin ktp…. Syaratnya apa aja ya?

    • Reply firsta November 2, 2020 at 1:56 am

      Hai,
      Syarat pembuatan KTP dan KK orang asing (info ini dari Dukcapil Yogya di mana saya memproses KTP & KK suami):
      – Pengantar RT/RW
      – Fotocopy buku paspor WNA lengkap 1 lembar
      – Fotocopy KITAP 1 lembar
      – Fotocopi izin kerja (jika bekerja)
      – Surat Sponsor (Perusahaan, Lembaga Organisasi, Personal, atau Pemerintah)
      – Fotocopy KTP & KK sponsor 1 lembar
      – Surat Nikah atau Akta Perkawinan (bagi yang menikah)

  • Reply Nesia October 29, 2020 at 5:49 am

    Sangat membantu .. jika sy KTP asli Jateng tapi domisili di Jkt .. apa kah masih bs di urus di Jkt ? Atau harus urus di Semarang ? Artikel nya sungguh sangat membantu dibanding harus pake agent byr nya puluhan juta hiks ..

    • Reply firsta November 2, 2020 at 1:57 am

      Hai Neisa, setahu saya alamat di KTP harus sesuai domisili. Jadi kalau KTP Jateng dan domisili di Jakarta dan hendak lapor imigrasi Jakarta, maka Neisa harus urus pindah KTP terlebih dahulu. Memang agak ribet dan lumayan banyak dokumennya tapi bisa kok dikerjakan sendiri, banyak sabar aja hehehe.
      Good luck ya!

  • Reply Jen November 2, 2020 at 1:00 pm

    halo kak Firsta terimakasih banyak info2 dan ceritanya yg sgt membantu. skrg sy baru mau apply vitas c317 buat suami..
    kalo bole tanya suami kk apa bekerja di prusahaan atau bisnis sendiri ka di indo
    setelah alih status ITAS ke ITAP suami bisa bekerja kah di indo? mmg setau sy hrs urus IMTA, dan bbrp dokumen lain juga ke kemenaker..
    mungkin kk tau mengenai hal ini
    thanks soo muchh, Jen

    • Reply firsta November 8, 2020 at 3:45 am

      Hi Jen, suami saya freelancer konsultan. Tidak mengurus IMTA, tapi dĂ­a bayar pajak di sini (memiliki Npwp personal). Maaf ya, saya kurang tahu tentang bekerja di perusahaan atau mendirikan bisnis di Indonesia.

      • Reply Jen November 8, 2020 at 8:59 am

        Baik kak. Thank you infonya.

  • Reply Yasmine November 4, 2020 at 4:18 pm

    Hallo dear
    Bentar lagi itas pertama suami hampir habis(30 januari) ,dan mau alih status ke itap
    Apakah itap bisa di peroleh setelah itas 1x,sedang usia pernikahan kami sudah16 th

    Terima kasih infonya

    • Reply firsta November 8, 2020 at 3:47 am

      Bisa. Saya kemarin juga hanya 1x Itas, usia pernikahan sudah di atas 7 tahun, dan langsung alih status ke Itap.

    Leave a Reply