Africa

Aplikasi Visa Mesir untuk Orang Indonesia

May 9, 2019

Banyak banget deh utang tulisan akibat janji-janjiin di Instagram Stories setiap ada yang tanya. Haha … mari kita lunasi satu-satu. Gimana kalau kita bahas soal visa dulu?

Setiap mengunjungi negara baru, persoalan visa paling sering ditanyakan. Pas lagi getol-getolnya posting soal jalan-jalan di Mesir di Instagram Stories, selalu ada aja yang tanya soal visa. Harap maklum, bahasan visa memang juicy banget untuk orang Indonesia. Entah sampai kapan kita mesti drama-drama kecil setiap mau kirim aplikasi visa. Eheheee … Katanya hidup tanpa drama (kecil) akan terasa hambar, jadi disyukuri aja kali ya keribetan dan dramanya.

Apa sih dramanya? Persyaratan yang njelimet (kadang bahkan sampai gak masuk akal—menurut kita), ketidakpastian kapan visanya akan kelar, dan ketakutan akan kemungkinan ditolak tanpa kejelasan (ouch! mungkin ini yang paling nyakitin). Gak lupa juga kehilangan waktu dan uang, dua resources berharga, selama proses pengurusan visa. Nah, nah! Oleh sebab itu, saya lunasi tulisan tentang visa dulu ya. Visa Mesir ini, bagi saya, masuk dalam kategori tidak sulit. Alias tanpa drama yang berarti.

Awal-awal kepikiran ke Mesir itu pas lagi jalan-jalan (agak lama) di Malawi. Pas lagi di Malawi, untuk melanjutkan jalan-jalan saya kepikiran dua pilihan rute, (1) ke Zambia, Namibia, Botswana dan berakhir di Afrika Selatan, atau (2) balik ke Tanzania, Kenya, Etiopia, Sudan dan berakhir di Mesir. Kalau suamiku sih kepikiran untuk ke Mesir dari dia kecil, tapi di sini kita gak usah bahas dia karena dia gak perlu visa perlu visa tapi bisa apply online (kesel deh sebenernya saya hehe).

Long story short, saat itu aplikasi online untuk visa Zambia lama banget keluarnya, dan kami memutuskan untuk kembali ke Tanzania (karena bisa visa-on-arrival) dan ternyata aplikasi online visa Kenya, sedetik (sehari) kelarnya! Wow! Jadilah jalur kedua yang dipilih, yaitu yang berakhir di Mesir.

Rencana berlanjut dengan (pusing) mikirin apply visa Etiopia, Sudan dan Mesir dari Kenya (Nairobi). Visa Etiopia berhasil didapatkan, cerita dalam bahasa Inggrisnya ada di sini, versi bahasa Indonesianya gak ada. Sedangkan visa transit Sudan, sepertinya gampang didapat, dengan syarat harus ada visa Mesir terlebih dahulu. Sayangnya cinta bertepuk sebelah tangan. Saya tidak diperbolehkan untuk apply visa Mesir via Nairobi, Kenya karena dua syarat mutlak ini: (1) aplikasi visa harus diserahkan di negara asal, yaitu Indonesia untuk saya, dan (2) aplikasi visa bisa diserahkan di Nairobi kalau saya memang berdomisili di Kenya. Nah, saya cuma pelancong di Kenya. Gagal total deh rencana untuk jalan-jalan sampai Mesir di tahun 2017. Waktu itu akhirnya pulang ke Indonesia dari Etiopia.

Prolognya panjang banget ya? Ada unsur kesengajaan sedikit sih, karena kalau bahas visanya doang akan pendek banget artikelnya, kan gak ada drama. Hehe … Nah, tahun 2019, akhirnya muncul lagi rencana ke Mesir! Karena saya sedang di Indonesia, prosesnya alhamdulillah berjalan lancar.

Salam untuk Pak Stheve ya kalau ke Kedutaan Mesir di Jakarta. Beliau baik sekali.

Awalnya lumayan susah cari info soal aplikasi visa Mesir, sampai akhirnya ketemu artikel ini. Di situ sempat bikin deg deg ser juga pas baca pengalaman Eky. Tapi, jangan berkecil hati, ternyata perjuangan saya lancar-lancar aja. Gak ada apa-apanya dibandingin Eky. Saya menyerahkan aplikasinya tanggal 13 Maret 2019, dan visa saya peroleh tanggal 19 Maret 2019. Prosesnya 5 (lima) hari kerja, hal ini disampaikan oleh Mbak yang menerima aplikasi saya. Lebih gampangnya saya share saja langkah-langkah yang saya lakukan untuk mendapatkan visa Mesir.

1. Cari referensi, dokumen apa saja yang diperlukan, baca pengalaman orang lain, dan cari tahu lokasi kedutaan dan jam operasionalnya.

2. Telepon ke Kedutaan, minta dikirimkan form aplikasi visa (karena sudah cari untuk unduh online gak ketemu) dan juga double check soal dokumen-dokumen yang diperlukan. Mereka informasikan semuanya via email.

3. Melengkapi dokumen, ngomong-ngomong soal persyaratan dokumen (list lengkapnya ada di akhir tulisan ini), ini adalah daftar dokumen yang diperlukan:

  • Form aplikasi visa yang sudah dilengkapi (formulirnya diperoleh dari Kedutaan, atau kamu bisa juga unduh di sini. Kalau kamu baca artikel ini jauh setelah Maret 2019, ada baiknya kamu minta ke Kedutaan saja. Takutnya formulirnya ada perubahan).
  • Pas foto berwarna ukuran 4×6 dengan latar putih dua lembar. Jangan lupa bilang kalau pas foto ini adalah untuk keperluan visa Mesir, takutnya ukurannya berubah.
  • Sponsor Letter dalam bahasa Inggris. Dituliskan bisa dari kantor (kalau bekerja) atau dari keluarga (jika tidak bekerja). Nah, karena saya bekerja sendiri (self-employed/freelancer), saya bikin saja suratnya sendiri, judulnya cover letter. Ehehheee. Contoh suratnya bisa dilihat di sini ya.
  • Surat undangan dari Mesir (untuk visa bisnis). Karena kamu apply untuk visa turis, yang ini dicuekin aja.
  • Copy of Bank Account/Rekening koran minimal tiga bulan terakhir. Ini bisa minta dicetak di bank. Kalau kamu tanya minimal berapa nominal rekeningnya, saya bingung jawabnya. Mungkin cari-cari aja kira-kira berapa biaya hidup per hari di Mesir, dikalikan dengan jumlah hari yang akan kamu habiskan di sana. Paling enggak sekitar segitu, sebaiknya sih dilebih-lebihin aja. Kalau saya waktu itu menyertakan rekening dengan saldo di atas 50 juta.
  • Paspor yang masih berlaku (minimal enam bulan masa berlakunya, jangan mepet-mepet).
  • Copy/salinan paspor (ini cukup bagian depan saja yang ada rincian data kita).
  • Itinerary of ticket, kalau dari kata-kata ini sebetulnya tidak harus menyertakan tiket yang sudah dibeli ya. Waktu itu saya sudah beli tiket, jadi saya sertakan tiket pulang pergi Jakarta-Cairo-Jakarta. Tetapi tiket-tiket domestik yang saya perlukan belum dibeli (saya masukkan keterangan mengenai hal ini di surat sponsor). Mungkin kamu hanya perlu lampirkan jadwal kamu atau kira-kira jadwal penerbangan pulang pergi yang kamu incar. Hotels booking, ini sebetulnya gampang banget, booking saja di booking. com, cari penginapan yang bisa dibatalkan tanpa biaya. Ada banyak pilihan. Saya menyertakan semua bookingan hotel untuk seluruh perjalanan selama saya di Mesir (kecuali ketika River Cruise).
  • Copy/Salinan surat nikah (jika ada) dan kartu keluarga. Tambahan: untuk pelajar kayanya wajib melampirkan kartu pelajar.

4. Langkah selanjutnya adalah, saya ke Bank minta rekening koran, ke tempat bikin pas foto, ke kafe (di rumah aja juga bisa) untuk bikin itinerary, booking-booking ini itu, lalu print.

5. Dokumen dan pas foto semua sudah tercetak rapi, saya siap untuk menyerahkan dokumen ke Kedutaan. Eitsss, tapi jangan lupa ke money changer, tukar uang dulu. Untuk turis visa, single entry kamu perlu USD 40 dan multiple entries kamu perlu USD 65. Di sana rasanya hanya terima USD karena semua orang sudah bawa masing-masing dan saya tidak lihat ada mesin untuk menerima pembayaran dengan kartu debit/kredit. Jadi jangan lupa bawa USD dengan nominal yang cukup ya! Tambahan: katanya, bisa bayar dengan Rupiah, tapi gak tahu juga rate-nya gimana.

6. Pergi ke Kedutaan (saya pergi tanggal 13 Maret 2019)! Jam bukanya irit banget nih. Kedutaan hanya buka hari Senin-Jumat, jam 9-10 pagi. Iya cuma satu jam saja. Jadi jangan sampai telat. Sebaiknya 8:45 pagi sudah di sana.

7. Setelah menyerahkan dokumen, saya menunggu selama lima hari kerja. Sebetulnya Pak Stheve (polisi yang bertugas untuk keamanan Kedutaan) menyarankan untuk telepon dulu menanyakan apakah visa sudah jadi atau belum, tapi saya tidak melakukan itu. Setelah lima hari kerja, saya PD aja datang lagi ke Kedutaan, pada jam yang sama dengan di atas.

8. Tanggal 19 Maret 2019, saya ke Kedutaan lagi untuk ambil visa. Visa jadi dengan tanggal issue/penerbitan tanggal 13 Maret 2019! Cepat banget ya, hari yang sama dengan penyerahan aplikasi. Masa berlaku visa diberikan 3 bulan dan masa kunjungan diberikan selama 30 hari (padahal itinerary saya hanya 12 hari). Cukup murah hati ya.

Gak ada drama kan? Memang ribet sih mesti bikin itinerary, siapin ini itu, tapi ya memang begitu prosesnya. Masih manageable menurut saya. Kalau memang pengin banget pergi ke suatu negara dan persyaratannya demikian, sabar-sabar saja untuk proses aplikasi visanya. 🙂

Misalnya ada hal lain yang belum saya bahas dan ingin ditanyakan, tulis di kolom komentar ya! Nanti saya tambahkan. Kalau kamu lagi mau apply visa Mesir, all the best ya! Semoga visanya dapat dan selamat jalan-jalan di Mesir. Jangan lupa makan Koshari!

Kedutaan Mesir/Embassy of Egypt
Alamat: Jl. Teuku Umar No.68, RT.5/RW.5, Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10310
Telepon: (021) 3143440 / 31931141
Email: embassyofegypt.jakarta@gmail.com
Hari dan jam operasional: Senin-Jumat / 9-10 pagi

You Might Also Like

2 Comments

  • Reply Tsurayya Maknun May 10, 2019 at 4:29 am

    Agak ribet tapi minim drama. Jadi menambah kepedean untuk apply visa Mesir hehe. Makasih mbak infonya.
    *brb nabung

    • Reply firsta May 10, 2019 at 6:51 am

      Sama-sama Tsurayya Maknun. Selamat menabung dan semoga bisa segera ke Mesir! 🙂

    Leave a Reply