Europe

Melancong ke Salzburg, Austria

January 23, 2020

Salzburg, tempat kelahiran komposer abad ke-18 Wolfgang Amadeus Mozart, adalah salah satu kota yang ingin kami sambangi di Austria selain Vienna/Wien. Banyak teman kami merekomendasikan Salzburg. “Kotanya cantik dan menyenangkan untuk jalan kaki ke mana-mana”, begitu kata mereka. Selain itu, kota tua Salzburg adalah salah satu Situs Warisan Dunia UNESCO di Austria. Pasti menarik untuk keliling sekitaran kota tua.

Untuk sebagian orang, Salzburg ada di list travelling mereka karena film The Sound of Music. Layaknya orang-orang travelling ke Belitung karena pengaruh film Laskar Pelangi hehe. Ada beberapa lokasi syuting film The Sound of Music di Salzburg dan sekitarnya, seperti Danau Wolfgang. Katanya, area Danau Wolfgang juga asik loh untuk di-explore! Kemarin kami tidak ke sana karena waktunya tidak cukup, mungkin next time.

Anyway, berikut adalah beberapa hal yang mungkin ingin kamu ketahui tentang Salzburg ditambah dengan sedikit informasi berdasarkan kunjungan saya di akhir tahun 2019.

Bagaimana cara ke Salzburg?

Dengan asumsi bahwa perjalanannya dari Wien, ke Salzburg itu gampang banget! PS: Kalau dari Indonesia, kamu perlu terbang dulu ke Austria ya ahhaha! Sebetulnya dari kota lainnya di Austria juga relatif gampang sih (dari Jerman juga gampang). Pilihan transportasi umum ada bus dan kereta. Kami selalu naik kereta untuk transfer antar kota di Austria, jadi yang saya bahas cuma kereta saja. Rasanya naik bus juga mudah, menyenangkan dan sepertinya lebih murah. Cuma mungkin kurang scenic saja ya.

Kalau kamu sudah ada rencana perjalanan yang matang jauh-jauh hari sebelum trip ke Austria, maksudnya, kamu sudah ada tanggal pasti untuk perjalanan dari satu kota menuju ke Salzburg, maka sebaiknya belilah tiket kereta sesegera mungkin. Bisa ngirit sekitar 10 Euro per orang. Saya sempat tes website-nya, sepertinya beli satu-dua minggu sebelum tanggal trip juga masih bisa dapat best deal. Waktu itu pilihan keretanya ada dua, yaitu: OBB atau Westbahn. Harganya beda tipis. Kami menggunakan Westbahn, beli tiket satu hari sebelumnya, dengan harga 33.5 Euro per orang (one way). Tiket ini adalah flexible ticket, jadi kita bisa ambil jam berapa saja. Gak ada ketakutan akan ketinggalan kereta atau salah jadwal.

Pas iseng browsing di website OBB dan Westbahn, harganya bisa sekitar 23 atau 25 Euro untuk Wien-Salzburg kalau beli jauh-jauh hari. Baca-baca di forum, katanya ada juga yang nemu harga 19 Euro per orang (one way). Lama perjalanan 2 jam 20 menit, dan view-nya bagus! Keretanya nyaman dan ada free WiFi. Oh ya, ada pilihan untuk reserve seat dengan tambahan biaya. Kami tidak lakukan hal tersebut karena kami cuma berdua, pasti gampanglah untuk cari tempat duduk sebelah-sebelahan. Dan pada kenyataannya, iya gampang! Kalau kalian travelling ber-6 dan mau duduk deketan, saya sarankan reserve seat.

Augustiner bräu – Kloster Mülln. Apaan nih? Temukan jawabannya di akhir-akhir artikel haha

Tinggal berapa malam dan di mana di Salzburg?

Waktu itu kami memutuskan untuk tinggal dua malam di Salzburg. Kami rasa dua malam adalah waktu yang cukup untuk explore kotanya. Tentunya tinggal lebih lama (biasanya) lebih menyenangkan. Bisa jalan-jalan disekitaran Salzburg juga, tapi tekor di biaya akomodasi hehe. Kami tidak tinggal di pusat kota karena harga penginapan di pusat kota lumayan mahal. Kami memutuskan menginap di Airbnb di sekitaran Langwied, Salzburg. Gak jauh juga dari pusat kota.

Untuk ke pusat kota, kami hanya perlu naik bus satu kali dengan durasi 15 menit. Harga penginapan kami adalah 49.73 USD per malam (untuk 2 orang). Di Austria, pengalaman booking Airbnb, harga per malamnya ok, tapi harga akhirnya (ditambahkan dengan cleaning fee dan service fee), jadi agak bengkak. Sebagai bayangan untuk kasus Salzburg, cleaning fee-nya: 44.21 USD—hampir kaya harga menginap satu malam, service fee-nya 18.53 USD. Menurut saya, seharusnya ada persentase maksimal untuk additional cost ini (cleaning fee dan service fee). Link ke Airbnb kami waktu itu di sini ya. Kalau ini pertama kalinya kamu menggunakan Airbnb, pakai link ini supaya dapat $47 untuk bookingan pertama kamu—setelah kamu selesai melakukan reservasi.

Martina, host Airbnb kami di Salzburg sangat akomodatif, dan dia pernah bekerja di bidang wisata jadi bisa kasih banyak saran. Rumah Martina menyenangkan dan bersih sekali! Untuk beberapa orang mungkin terlalu bersih, spotless! dan sedikit intimidatif, kaya takut ngotorin gitu hahaa.

Apa yang bisa dilakukan di Salzburg dan sekitarnya?

Banyak banget euy yang bisa dilakukan di Salzburg! Dan ditambah banyak day trip yang bisa dilakukan dari Salzburg juga. Hayo mulai dari mana ya. Hahahaa.. Ini beberapa ide untuk explore Salzburg.

Chrismast Market(s)

Kalau kalian perginya November-Desember, seperti kami, jangan lupa mampir lihat-lihat Christmas Market di Salzburg. List lengkapnya ada di sini ya. Favorit kami adalah The Salzburg Christkindlmarkt di Dom and Residenzplatz, karena barang-barang dagangannya lebih variatif dan pasar ini sudah ada mulai dari akhir abad ke-15. Kalau kunjungan kamu bukan saat mendekati Natal, bisa check Farmer’s Market di sana, misalnya: Grünmarkt, atau Salzburger Schranne – Schrannenmarkt Salzburg. Banyak sayur dan buah segar!

Explore spot wisata di pusat kota

Ada banyak tempat yang bisa di explore sendiri dengan mudah. Beberapa diantaranya adalah: Mozartplatz Square, Old Town dan Getreidegasse (jalanan sempit ini menarik banget! Banyak toko-toko tersembunyi di lorong-lorong. Pokoknya benar-benar pengin jalan sambil lihat ke atas untuk lihat plang-plang toko dan WOW-ing), St. Peter’s Church and Cemetery (gereja dan situs pemakaman St. Peter menarik untuk dilihat), Salzburg Cathedral, Mirabell Palace and Gardens (waktu kami ke sana, taman ini tidak terlihat terlalu cantik, tapi pas spring atau summer pasti cantik sekali!), Salzburg Fortress, dan Toy Museum (spot asik sepertinya untuk yang travelling bareng anak).

Kalau males jalan-jalan sendirian tak tentu arah, bisa juga join Free Walking Tour. Kota-kota besar di Eropa biasanya selalu punya free walking tour. Tinggal googling, atau cari di Instagram, biasanya ada beberapa pilihan. Kadang-kadang ada juga coffee shop bekerja sama dengan pihak tur menyediakan peta gratis untuk walking tour secara mandiri. Contohnya di Kaffee-Alchemie. Kalau kurang suka jalan kaki, bisa naik bus HopOn HopOff, harganya 19 Euro untuk yang 1 hari dan 23 Euro untuk 2 hari untuk dewasa. Bisa juga naik bus atau Trolleybus.

View point Kapuzinerberg

Kalau pengin jalan-jalan yang agak lama dan nanjak, bisa explore Bukit Capuchin. Untuk lihat semua viewpoints-nya, mungkin perlu waktu sekitar 2-3 jam jalan kaki sekitar bukit ini. Selain jalan-jalan di “hutan” kecil, ada Capuchin Monastery yang juga bisa dikunjungi. Ada restauran di atas bukit, bisa mampir minum kopi atau cokelat panas, sambil break sebentar dari trekking-nya.

Cobain Mozartkugel atau Bola Mozart

Bola Mozart adalah cokelat berbentuk bulat dengan isi kacang pistachio dan marzipan. Ada banyak tempat yang menjajakan cokelat ini, tapi Cafe-Konditorei Fürst tentunya ada di barisan paling atas sebagai tempat yang direkomendasikan untuk mencobanya. Hal ini karena Paul Fürst adalah yang pertama kali membuat Mozartkugel pada tahun 1890. Kalau gak terlalu suka akan ide cokelat nyampur dengan kacang, mungkin bisa makan Sachertorte. Kue cokelat ini terkenal sekali di Austria, dan enak!

Day trip sekitaran Salzburg

Walaupun kami kemarin cuma keliling Salzburg saja, tapi saya sempat mengumpulkan beberapa informasi ide day trip seru dari Salzburg (barangkali next time ada rezeki main ke sini lagi dan bisa tinggal lebih lama. Amin!). Selain Lake Wolfgang dan beberapa salt mines, ini beberapa tempat lain yang bisa kamu kunjungi untuk day trip dari Salzburg:

  • Gollinger Wasserfall-untuk pecinta air terjun, tempat ini kayanya asik banget untuk dikunjungi.
  • Eisriesenwelt-40 km dari Salzburg. Gua es besar ini adalah salah satu tempat populer untuk day trip dari Salzburg.
  • Königssee-danau cantik alami ini terletak di Jerman. Dengan jarak tempuh sekitar 65 menit dari Salzburg, tempat ini juga sering dijadikan alternatif day trip dari Salzburg.
  • Hellbrunn-jaraknya hanya 18 km dari Salzburg. Ada kebun binatang dan taman dengan air mancur (ngelihat gambarnya bikin inget taman air mancur di Lima, Peru. Tapi kayanya lebih keren yang di Peru).
  • Lammerklamm-tempat ini kayanya seru banget kalau berkunjung pas summer.

Btw, saya bikin video pendek pas jalan-jalan di Salzburg. Bisa nonton di sini ya, supaya ada bayangan dikittt tentang kotanya. Hehehe.

Informasi lain yang mungkin berguna🙂

Soal transportasi dalam kota. Harap diingat: jauh lebih murah untuk beli tiket yang 24 jam (24 hour ticket). Tiket ini bisa dibeli di mesin tiket dengan harga 4.20 Euro atau kios tobacconist namanya TRAFIK. Kalau beli tiket satuan, harganya sudah hampir 2 Euro sendiri.

Augustiner bräu – Kloster Mülln. Tempat ini disarankan untuk dikunjungi oleh Martina dan kami senang banget main ke sana. Experience-nya beda! Augustiner ini adalah tempat pembuatan bir dan pub dengan banyak aula. Ruammmeee banget orang! Kelihatan banget deh kalau turis masuk ke sini, karena pasti celingak celinguk goblok (kaya kami hahaha). Ternyata mesti ambil gelasnya sendiri, bayar di kasih, trus bisa bersihin (bilas) gelasnya di water fountain rame-rame gitu, daaannn setelahnya langsung deh dituangin birnya dari gentong besar berkran. Bar-bar sih, tapi seru!

Seru lainnya adalah, di sini kebijakannya orang boleh bawa makanan dari luar (walaupun di sana juga bisa beli makanan). Jadi banyak orang kumpul sambil buka snack gitu di meja, ada yang bawa kue ulang tahun—sampai lengkap bawa topi pesta dan terompet kecil, atau bawa sushi. Semua orang sibuk di meja masing-masing merayakan sesuatu atau ngobrol seru.

Sporer Likor – & Punschmanufaktur. Selain Mulled Wine (anggur dengan rempah-rempah yang disajikan hangat), selama di Christmas Market, kami lihat Orange Punch juga salah satu minuman yang dijual di mana-mana. Btw ini juga dijual di restoran/kafe kok, jadi gak hanya di Christmas Market saja.

Nah, kami jadi jajan Sporer karena Martina juga. Dia bilang Orange Punch-nya Sporer the best banget! Karena kami pernah coba Orange Punch di Vienna dan suka, trus dikasih rekomendasi, jadilah mampir ke toko Sporer di Getreidegasse. Tekadnya adalah beli beberapa botol Orange Punch concentrate. Tokonya berupa bangunan sempit yang dibangun pada tahun 1407, bisnisnya sendiri mulai ada pada tahun 1903. Bapak-bapak yang melayani lucu dan ramah banget. Kata dia, resep minuman ini turun temurun dan pastinya enak. Okayy I don’t argue with him especially for the Orange Punch because it is indeed so good.
See you again tomorrow!“, gitu kata si Bapak pas kami pamit keluar toko.

That is all from me! I hope you found this article useful. Selamat jalan-jalan di Salzburg dan kalau boleh, aku titip Sporer yang botol 500 ml dong hahahaha. Please let me know if you don’t mind the trouble. 😉

You Might Also Like

2 Comments

  • Reply Omnduut.com January 24, 2020 at 2:05 am

    Hahaha. Aku pernah juga pas nge-Couchsurfing tinggal di rumah orang yang bersih banget sampe ngerasa intimidatif juga. Mana pula dia sampe bikin list Do & Don’t selama nginep di rumahnya. Sampe ngerasa jalan di lantai rumahnya yang berderik itu bikin deg-degan hwhwhw.

    Belum kesampaian ke Salzburg, padahal pengen dan udah dekat juga dari Wina. Tapi waktu itu lebih milih ke negara sebelahnya demi nyoret satu nama negara lagi -eh hehehe. Mudah-mudahan bisa balik lagi ke Austria dan bisa ngeliat langsung keindahan kota ini.

    Btw, udah nonton Amadeus?

    • Reply firsta March 14, 2020 at 2:25 pm

      Hahaha aduh apalagi kalau couchsurfing ya. Lebih gak enak dan deg-degan lagi mungkin kalau aku hehee.
      Iya, semoga bisa segera ke Salzburg ya. Jangan lupa ngabarin, aku mau titip orange punch (wkwkwkw ternyata ada udang di balik bakwan!).
      Belum nonton nih! Bagus ya? Aku mau coba nonton ah. Terima kasih ya!

    Leave a Reply